Festival Seren Taun Citorek Lebak 2026 Merawat Tradisi dan Warisan Budaya Leluhur
Masyarakat adat kembali menghidupkan tradisi turun-temurun melalui Festival Seren Taun Citorek Lebak yang berlangsung di kawasan Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten. Rangkaian Seren Taun Citorek 2026 berlangsung pada 19–21 September 2026 sebagai momentum masyarakat atau incu putu untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian selama satu musim. Tradisi ini memperlihatkan bahwa hubungan masyarakat Citorek dengan pertanian, alam, keluarga, dan adat masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Seren Taun bukan sekadar keramaian tahunan yang menghadirkan banyak orang dalam satu tempat. Di balik rangkaian kegiatannya terdapat nilai spiritual, sosial, dan kebudayaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Lebak sendiri mencatat Masyarakat Adat Citorek sebagai salah satu komunitas adat di wilayahnya dengan Seren Taun sebagai kegiatan seremonial adat. Karena itulah penyelenggaraan tahun 2026 juga menjadi ruang penting untuk membicarakan bagaimana tradisi tetap lestari di tengah perubahan zaman.
Festival Seren Taun Citorek Lebak Digelar September 2026
Rangkaian Seren Taun Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek pada 2026 dilaporkan berlangsung selama tiga hari, yakni 19 hingga 21 September. Lokasinya berada di kawasan adat Kasepuhan Citorek, Kabupaten Lebak. Masyarakat dari lingkungan kasepuhan kembali berkumpul dalam tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka secara turun-temurun.
Pelaksanaan tahun ini berdekatan dengan sejumlah Seren Taun dari komunitas adat lain di Kabupaten Lebak. Kasepuhan Guradog, misalnya, menggelar upacara Seren Taun pada 16 September 2026. Sementara itu, Kasepuhan Cisungsang juga mempunyai agenda Seren Taun pada akhir September. Kondisi tersebut memperlihatkan betapa kuatnya keberadaan tradisi masyarakat kasepuhan di Lebak.
Seren Taun Menjadi Ungkapan Syukur Masyarakat Citorek
Makna utama tradisi Seren Taun Kasepuhan Citorek berkaitan dengan rasa syukur masyarakat terhadap hasil pertanian yang diperoleh selama satu musim sebelumnya. Ketua Barisan Pemuda Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Asep Suparman atau Aka Amang, menjelaskan bahwa Seren Taun mempunyai nilai spiritual dan sosial yang kuat sehingga tidak sebatas kegiatan seremonial tahunan.
Pertanian memang mempunyai posisi penting dalam berbagai masyarakat kasepuhan di Lebak. Seren Taun menjadi kesempatan untuk menghubungkan kembali masyarakat dengan nilai yang diwariskan leluhur, termasuk penghormatan terhadap hasil bumi dan kehidupan bersama. Pola serupa terlihat pada Kasepuhan Guradog, yang juga memaknai Seren Taun sebagai ungkapan syukur atas hasil panen serta bagian dari pelestarian adat dan ketahanan pangan.
Incu Putu Berkumpul Mempererat Silaturahmi
Salah satu bagian penting dalam Seren Taun adalah berkumpulnya para incu putu atau anak cucu keturunan masyarakat Kasepuhan Citorek. Momentum ini memberikan ruang bagi anggota masyarakat yang mungkin menjalani aktivitas di berbagai tempat untuk kembali bertemu dalam suasana adat.
Kebersamaan tersebut membuat perayaan adat Citorek Lebak 2026 memiliki fungsi sosial yang kuat. Tradisi bukan hanya diteruskan melalui ritual, tetapi juga melalui interaksi antargenerasi. Anak muda dapat melihat secara langsung bagaimana orang tua dan tokoh adat menjalankan tradisi yang selama ini menjadi identitas masyarakat mereka.
Sarasehan Budaya Bahas Masa Depan Citorek

Rangkaian Seren Taun 2026 juga menjadi tempat berlangsungnya Sarasehan Budaya Wewengkon Citorek pada Sabtu, 19 September. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Holis. Pembahasannya menyentuh keberlanjutan budaya Kasepuhan Citorek serta kemungkinan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Diskusi semacam ini menjadi relevan karena pelestarian budaya tidak cukup hanya mempertahankan acara tahunan. Tantangannya adalah bagaimana pengetahuan, kesenian, tradisi, hingga nilai sosial masyarakat tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya tanpa menghilangkan otoritas dan karakter masyarakat adat itu sendiri.
Muncul Gagasan Festival Kasepuhan Lebak
Dari sarasehan tersebut juga muncul gagasan mengenai Festival Kasepuhan Lebak yang dapat diselenggarakan di Rangkasbitung. Konsep yang dibicarakan adalah menghadirkan ruang untuk memperkenalkan tradisi, seni, kuliner, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif dari masyarakat adat kepada khalayak yang lebih luas.
Gagasan ini berbeda dengan menggantikan Seren Taun yang berlangsung di wilayah masing-masing kasepuhan. Festival di pusat Kabupaten Lebak lebih diarahkan sebagai ruang pengenalan kekayaan budaya. Sementara Seren Taun tetap mempunyai konteks adat dan hubungan langsung dengan komunitas yang menyelenggarakannya.
Generasi Muda Punya Peran Penting
Pelestarian budaya akan sulit bertahan apabila generasi muda hanya ditempatkan sebagai penonton. Karena itu, keterlibatan pemuda dalam penyelenggaraan kegiatan menjadi bagian penting. Seren Taun Citorek memperlihatkan adanya peran organisasi pemuda dalam menjaga hubungan antara tradisi dan kehidupan masyarakat sekarang.
Pendekatan serupa juga terlihat dalam agenda Seren Taun Citorek Barat 2026 yang dijadwalkan 20–22 September. Kegiatannya dirancang melibatkan masyarakat melalui olahraga, kreativitas warga, gotong royong, dan pertunjukan seni tradisional, dengan salah satu perhatian pada estafet budaya kepada generasi muda.
Budaya Citorek Bisa Mendukung Pariwisata Lebak
Kekayaan adat yang dimiliki Kabupaten Lebak mempunyai potensi untuk mendukung wisata berbasis budaya. Pemerintah daerah mencatat banyak komunitas kasepuhan yang masih menjalankan Seren Taun, termasuk Citorek, Cisungsang, Cisitu, Guradog, Cibedug, dan komunitas lainnya.
Namun, pengembangan wisata perlu tetap memperhatikan nilai asli masyarakat adat. Wisata budaya Kasepuhan Citorek Lebak akan mempunyai karakter kuat ketika pengunjung tidak hanya datang untuk melihat keramaian, tetapi juga memahami sejarah, tata kehidupan, hubungan masyarakat dengan alam, serta aturan yang berlaku di lingkungan kasepuhan.
Seren Taun dan Identitas Budaya Kabupaten Lebak
Pemerintah Kabupaten Lebak memandang keberadaan kasepuhan sebagai salah satu kekuatan identitas daerah. Ketika menghadiri Seren Taun Kasepuhan Guradog pada 16 September, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyebut kekayaan budaya seperti Baduy, Multatuli, kasepuhan, dan kaolotan sebagai identitas yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Pandangan tersebut juga relevan untuk Citorek. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat, tradisi lokal dapat menjadi pembeda yang memberikan identitas kuat bagi sebuah daerah. Nilainya bukan hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga pengetahuan lokal, sejarah, ketahanan pangan, dan hubungan sosial masyarakat.
Tradisi yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman
Seren Taun memperlihatkan bagaimana tradisi lama masih dapat mempunyai tempat dalam kehidupan modern. Masyarakat tidak harus memilih antara mempertahankan adat atau mengikuti perkembangan zaman. Keduanya dapat berjalan bersama selama perubahan tidak menghilangkan makna dasar tradisi.
Citorek menjadi salah satu contoh kawasan yang mempertahankan identitas masyarakat adat di Kabupaten Lebak. Keberlanjutan tradisi tersebut pada akhirnya sangat bergantung pada masyarakatnya sendiri, khususnya bagaimana nilai adat diwariskan dari orang tua kepada anak dan cucu.
Festival Seren Taun Citorek Lebak 2026 menjadi momentum penting bagi Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek untuk kembali berkumpul dan menjalankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Rangkaian kegiatan berlangsung 19–21 September 2026 dengan semangat rasa syukur atas hasil pertanian, silaturahmi para incu putu, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Lebih dari sebuah perayaan, Seren Taun juga membuka ruang pembicaraan mengenai masa depan kebudayaan Citorek. Sarasehan budaya yang menjadi bagian rangkaian kegiatan membahas keberlanjutan budaya dan pariwisata berbasis masyarakat, bahkan memunculkan gagasan Festival Kasepuhan Lebak di Rangkasbitung. Tantangan berikutnya adalah memastikan perkembangan tersebut tetap menempatkan masyarakat adat sebagai bagian utama dalam menjaga dan menentukan arah warisan budayanya.
FAQ
Kapan Festival Seren Taun Citorek Lebak 2026 dilaksanakan?
Rangkaian Seren Taun Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek berlangsung pada 19–21 September 2026.
Di mana Seren Taun Citorek berlangsung?
Kegiatan berlangsung di kawasan Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.
Apa makna Seren Taun bagi masyarakat Citorek?
Seren Taun menjadi momentum rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus ruang silaturahmi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Apa yang dimaksud incu putu dalam Seren Taun Citorek?
Dalam konteks pemberitaan Seren Taun Citorek, incu putu merujuk pada anak cucu atau keturunan masyarakat Kasepuhan Citorek yang berkumpul dalam momentum tersebut.
Apakah Seren Taun hanya ada di Citorek?
Tidak. Kabupaten Lebak memiliki banyak komunitas adat yang menjalankan Seren Taun, antara lain Cisungsang, Cisitu, Citorek, Guradog, Cibedug, Cicarucub, dan sejumlah kasepuhan lainnya.