Pemprov Banten Kerja Sama Jepang, Perkuat SDM dan Transfer Teknologi Pertanian
Pemprov Banten kerja sama Jepang terus diperkuat melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia dan sektor pertanian. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan memberangkatkan 21 petani milenial asal Banten untuk mengikuti program magang di Jepang selama satu hingga dua tahun. Program tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari teknologi pertanian modern, sistem budidaya yang lebih efisien, hingga manajemen usaha tani yang telah berkembang di Jepang. Gubernur Banten Andra Soni berharap para peserta dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman untuk diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian di Provinsi Banten.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing daerah. Program magang ke Jepang yang telah berlangsung sejak 1984 melalui Kementerian Pertanian mencatat rekor baru pada 2026 karena Banten mengirim jumlah peserta terbanyak sepanjang keikutsertaannya. Pemerintah berharap transfer pengetahuan dan teknologi dari Jepang dapat mempercepat modernisasi pertanian sekaligus mendorong lahirnya petani muda yang inovatif.
Fokus Kerja Sama di Bidang Pertanian
Program magang menjadi salah satu bentuk nyata kerja sama antara Indonesia dan Jepang.
Selama berada di Jepang, para peserta memperoleh pengalaman mengenai mekanisasi pertanian, penggunaan teknologi modern, pengelolaan lahan, hingga peningkatan produktivitas hasil panen. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika mereka kembali ke Banten untuk mengembangkan sektor pertanian daerah.
Rekor Pengiriman Petani Milenial
Tahun 2026 menjadi pencapaian tersendiri bagi Provinsi Banten.
Sebanyak 21 petani milenial diberangkatkan mengikuti program magang di Jepang, jumlah yang disebut sebagai yang terbanyak sejak program tersebut diikuti oleh Provinsi Banten. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM di sektor pertanian.
Transfer Teknologi Jadi Tujuan Utama

Selain meningkatkan keterampilan individu, kerja sama ini juga diarahkan pada transfer teknologi.
Jepang dikenal memiliki sistem pertanian modern dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Melalui program magang, peserta diharapkan mempelajari penggunaan teknologi, metode budidaya, hingga pengelolaan usaha tani yang dapat diterapkan sesuai kondisi pertanian di Banten.
Manfaat bagi Pertanian Banten
Pemprov Banten berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan setelah kembali ke daerah.
Pengalaman yang diperoleh selama magang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, membuka peluang usaha baru, serta mendorong regenerasi petani muda di Provinsi Banten. Selain itu, inovasi yang dibawa pulang juga diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang masih belum tergarap secara maksimal.
Peluang Kerja Sama yang Lebih Luas
Selain sektor pertanian, hubungan Banten dengan Jepang juga berkembang pada bidang ketenagakerjaan.
Pemerintah bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menjajaki kerja sama dengan Prefektur Miyazaki untuk memperluas peluang penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di Jepang melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut mencakup promosi pendidikan bahasa Jepang, pertukaran informasi, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja.
Pemprov Banten kerja sama Jepang menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pertanian. Melalui program magang bagi 21 petani milenial, pemerintah berharap terjadi transfer teknologi dan inovasi yang dapat diterapkan untuk memajukan pertanian di Banten. Selain itu, peluang kerja sama dengan Jepang juga terus diperluas ke bidang ketenagakerjaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja, sehingga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Banten.
FAQ
Apa bentuk kerja sama Pemprov Banten dengan Jepang?
Kerja sama yang telah berjalan antara lain program magang petani milenial di Jepang serta penjajakan kerja sama penempatan tenaga kerja terampil melalui Prefektur Miyazaki.
Berapa petani milenial yang diberangkatkan ke Jepang pada 2026?
Sebanyak 21 petani milenial asal Banten diberangkatkan mengikuti program magang selama satu hingga dua tahun.
Apa tujuan program magang di Jepang?
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta melalui pembelajaran teknologi pertanian modern, manajemen usaha tani, dan inovasi yang dapat diterapkan di Banten.
Siapa yang melepas keberangkatan peserta magang?
Keberangkatan peserta dilepas oleh Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.
Apakah kerja sama hanya di bidang pertanian?
Tidak. Selain pertanian, terdapat upaya memperluas kerja sama di bidang ketenagakerjaan melalui penyusunan MoU dengan Prefektur Miyazaki untuk penempatan pekerja migran Indonesia yang terampil.